Wednesday, March 31, 2021

What's Up on March?

Hari ini adalah hari terakhir di bulan Maret.
Secara tiba-tiba pikiranku penuh dengan berbagai momen yang terjadi di bulan Maret 2019 dan 2020.
Jika diulas kembali sepertinya bulan Maret ini menjadi sesuatu yang istimewa menurutku.
 
Mengapa?
Karena di bulan ini selalu menjadi momen kehilangan.
 
Maret 2019, aku merasakan kehilangan teman yang ternyata hanya aku saja yang menganggap hubungan kami sebagai 'teman dekat'.
 
Maret 2020, aku merasakan kehilangan support system yang menjadi harapanku satu-satunya tempat untukku kembali.
 
Maret 2021, aku merasakan kehilangan diriku sendiri. Menyadari bahwa pikiran dan hati akhir-akhir ini sangat sering bertolak belakang. Menemukan jalan pulang adalah hal yang diperjuangkan sampai detik aku menuliskan ini.
 
Dari kehilangan ini, aku belajar sesuatu yang baru setiap tahunnya. Membentuk diriku yang baru, dan belajar untuk lebih baik dari versi sebelumnya. 
 
Sulit? Banget.
 
Tapi satu hal yang membuatku yakin untuk bertahan. Yaitu, semua akan berlalu dan membaik. Keadaan dan juga diriku.
 
Ketika momen-momen itu dikenang, akan menjadi sesuatu yang berharga untuk disadari bahwa aku adalah orang yang hebat karena telah berjuang hingga saat ini.
 
Thank you for always being strong day by day, myself.

Friday, March 6, 2020

Hei, Ayo Bangkit!

Boleh sedih
Boleh kecewa
Boleh marah
Kalau salah mengambil keputusan
Kalau gagal mendapat yang diinginkan.

Tapi jangan lupa
Janji dengan diri sendiri
Untuk tidak terpuruk
Untuk tidak hilang harapan
Untuk tidak berhenti mencoba
Untuk memperkuat doa
Dan selalu evaluasi diri.

Sahabat-sahabatku berpesan,
Jangan lupa perbanyak istighfar
Selalu tanamkan pikiran yang baik dan positif
Kurangi terlalu peduli omongan orang yang bahkan mereka aja gak tau kita ini bagaimana
Dan Allah selalu memberi jalan bagi hambaNya yang senantiasa untuk selalu berusaha memperbaiki diri.

Jangan lupa juga,
Untuk selalu berterima kasih
Kepada diri sendiri yang sampai saat ini
Masih bertahan dan gak pernah putus asa
Meskipun rasanya seringkali dunia gak memihak

-Mei, 6 Maret 2020-

Sunday, September 29, 2019

Aku Baik Baik Saja

Bagai sebuah drama percintaan yang pahit
Hari dimana kita mengakhiri kisah yang kita miliki
Kita berdua sepakat memilih akhir yang tidak bahagia
Mengapa takdir seperti bermain-main?
Apakah semesta hanya menginginkanmu sebagai persinggahanku?

Sebesar apapun diri bersiap nyatanya aku tidak pernah siap
Aku tidak punya hak meminta hingga waktu yang tepat
Pun melarangnya agar tidak perlu menghampiriku
Inilah takdir setiap manusia di dunia
Merasakan kebahagiaan dan kesedihan dalam satu paket lengkap
Terbungkus rapi ketika sebuah nama telah ditetapkan untuk sebuah kehidupan baru

Maaf aku terlalu egois pernah berharap kamu kembali
Sudah jelas akhir kisah kita adalah kesepakatan kita berdua
Tapi aku justru ingin mengubahnya
Terima kasih telah menolak untuk kembali
Membangunkan ku dari mimpi yang tidak pernah berujung
Maaf, aku tidak tahu harus lega atau sesak

Kini ada seorang penggantiku untukmu
Dadaku sesak, tahukah kamu tentang hal itu?
Baiklah, kamu tidak perlu tahu
Berbahagialah dengannya, jangan membuatnya menangis
Pun jangan egois kepadanya, jangan mengabaikannya
Jangan melakukan kebodohan yang dapat menyakiti hatinya

Aku akan baik–baik saja
Kamu tidak perlu mencemaskan diriku
Ah, bodohnya aku
Berani sekali aku berharap kamu mencemaskanku?
Mendengar namaku pun tak sudi
Benarkah adanya fakta itu?
Tak apa, aku pantas mendapatkan hal semenyakitkan itu

Tapi Berjanjilah,
Jangan pernah berfikir sedetik pun untuk menyakitinya
Jagalah penggantiku dengan sepenuh hatimu
Aku disini akan berjuang melupakanmu
Seperti kamu yang telah berhasil melupakanku

Aku
Akan baik–baik saja
Percayalah

Thursday, July 2, 2015

Hello, Goodbye :)


Kamu datang dengan segala harapan baru
Kamu datang mengubah hari-hariku
Kamu datang membuatku lupa dengan luka masa lalu
Kamu datang sebagai orang baru dalam hidupku

Awalnya aku ragu tentang dirimu
Aku mengabaikanmu
Aku membiarkanmu
Lalu kamu membuatku mengubah pikiranku tentangmu
Aku mulai terbiasa dengan kehadiranmu
Aku mulai terbiasa dengan perhatian-perhatian kecil darimu
Aku mulai terbiasa dengan obrolan yang kita lakukan

Singkat waktu, aku mulai nyaman dengan kehadiranmu
Lambat laun keraguanku hilang terhadap dirimu
Aku mulai membuka hatiku untuk orang baru seperti dirimu
Aku membiarkan kata-katamu membuatku terlena
Hingga aku lupa kau mungkin saja pergi tiba-tiba

Aku lupa kemungkinan bahwa perhatianmu bukan untukku saja
Aku lupa bahwa perkenalan kita terlalu singkat
Aku lupa perasaan dapat berubah kapan saja
Aku lupa Yang Maha Kuasa dapat mebolak-balikkan hati dalam sekejap
Aku lupa bahwa kenyataannya kau datang tiba-tiba dan kau juga bisa pergi dengan tiba-tiba pula

Aku terlalu sibuk menghitung waktu
Membandingkan waktu ketika kau mengirimi pesan-pesan singkat
Melihat perubahan-perubahan waktu darimu
Membuatku tersadar kehadiranmu tidak lagi sama
Membuatku sadar perbincangan kita tidak akan lagi sama

Hingga akhirnya tiba kau benar-benar menghilang
Tidak ada lagi pesan-pesan singkat darimu
Tidak ada lagi percakapan antara kau dan aku
Kehampaan menyergap diriku lagi seperti sebelum mengenalmu
Mungkin sudah tiba saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal kepadamu