Hari dimana kita mengakhiri kisah yang kita miliki
Kita berdua sepakat memilih akhir yang tidak bahagia
Mengapa takdir seperti bermain-main?
Apakah semesta hanya menginginkanmu sebagai persinggahanku?
Sebesar apapun diri bersiap nyatanya aku tidak pernah siap
Aku tidak punya hak meminta hingga waktu yang tepat
Pun melarangnya agar tidak perlu menghampiriku
Inilah takdir setiap manusia di dunia
Merasakan kebahagiaan dan kesedihan dalam satu paket lengkap
Terbungkus rapi ketika sebuah nama telah ditetapkan untuk
sebuah kehidupan baru
Maaf aku terlalu egois pernah berharap kamu kembali
Sudah jelas akhir kisah kita adalah kesepakatan kita berdua
Tapi aku justru ingin mengubahnya
Terima kasih telah menolak untuk kembali
Membangunkan ku dari mimpi yang tidak pernah berujung
Maaf, aku tidak tahu harus lega atau sesak
Kini ada seorang penggantiku untukmu
Dadaku sesak, tahukah kamu tentang hal itu?
Baiklah, kamu tidak perlu tahu
Berbahagialah dengannya, jangan membuatnya menangis
Pun jangan egois kepadanya, jangan mengabaikannya
Jangan melakukan kebodohan yang dapat menyakiti hatinya
Aku akan baik–baik saja
Kamu tidak perlu mencemaskan diriku
Ah, bodohnya aku
Berani sekali aku berharap kamu mencemaskanku?
Mendengar namaku pun tak sudi
Benarkah adanya fakta itu?
Tak apa, aku pantas mendapatkan hal semenyakitkan itu
Tapi Berjanjilah,
Jangan pernah berfikir sedetik pun untuk menyakitinya
Jagalah penggantiku dengan sepenuh hatimu
Aku disini akan berjuang melupakanmu
Seperti kamu yang telah berhasil melupakanku
Aku
Akan baik–baik saja
Percayalah